Posted by: sdmsardjito | September 20, 2008

Menanggulangi derita wasir

Wasir? Ah, itu sangat menyiksa. Begitu kata orang yang pernah menderita wasir. Karena itu, bagi Anda yang kebetulan tak menderita wasir, alangkah baiknya melakukan pencegahan agar tak sampai mengalami hal-hal yang menyiksa itu.

Wasir, ahh sungguh menyiksa. Begitu kata orang yang pernah menderita wasir. Karena itu, bagi anda yang kebetulan tidak menderita wasir, alangkah baiknya melakukan pencegahan agar tak sampai mengalami hal-hal yang menyiksa itu. Namun sebelum itu, tak ada salahnya Anda pahami dulu sepintas seluk-beluk wasir. Seperti dijelaskan spesialis penyakit dalam dari RS Dr Sardjito/FKUGM, dokter Probosuseno SpPD, wasir (hemorrhoid) atau dikenal pula dengan sebutan ambeien adalah suatu pelebaran pembuluh darah balik (vena) pada anus/dubur, teraba seperti bola atau benjolan kecil yang dapat menimbulkan rasa nyeri, gatal, dan ketidaknyamanan. Para ahli membagi hemorrhoid menjadi dua macam:

* Hemorrhoid interna (wasir dalam).
Ini adalah wasir yang terjadi di atas (di dalam). Gejala yang paling sering muncul adalah perdarahan tanpa rasa sakit saat buang air besar dengan feses yang keras.
Wasir ini terbagi menjadi tiga derajat:
1. Derajat I (dini) : tidak menonjol melalui anus (dubur).
2. Derajat II : sudah menonjol dan dapat menonjol melewati dubur sesudah penderita buang air besar.
3. Derajat III : menonjol secara menetap.
Pada derajat I dan II, wasir interna masih dapat hilang secara spontan, tanpa operasi. Namun, penderita juga harus melakukan sejumlah hal untuk memperlancar proses penyembuhan ini. Caranya:
a. Menghirup udara bersih dalam-dalam sambil menarik masuk dubur sekuat-kuatnya (ke dalam), kemudian hembuskan napas pelan-pelan sambil mengendurkan dubur. Ulangi 10-25 kali, 2-3 kali sehari.
b. Lakukan gerakan jongkok pelan-pelan sebanyak 25 kali. Saat jongkok, keluarkan napas dan saat berdiri tarik napas dalam-dalam.
c. Makan sayur dan buah yang cukup banyak.
d. Kurangi konsumsi cabai dan makanan yang pedas-pedas.
e. Tidur cukup.
f. Jangan duduk terlalu lama.
g. Senam /olahraga yang cukup.
h. Mengonsumsi obat, berupa:
– pelancar buang air besar
– obat yang dimasukkan ke dalam dubur untuk mencegah infeksi.
– vitamin P misal: venasol, varemoid, essaven, dan lain-lain.
i. Jika gagal dengan semua cara di atas, atau wasir tahap III sebaiknya dioperasi.

* Hemorrhoid eksterna (wasir luar).
Ini adalah varises di bawah otot dan biasanya berhubungan dengan kulit. Hemorrhoid eksterna terbagi menjadi dua jenis yaitu:
1. Akut, berupa bengkak bulat kebiruan pada pinggir anus. Sering terasa sangat sakit dan gatal.
2. Kronis. Ini artinya hemorrhoid yang terjadi sejak lama.
Gejala hemorrhoid eksterna yang sering terjadi adalah ada benjolan di anus (dubur), kadang berdarah, buang air besar campur darah, terasa perih, nyeri, atau panas. Hati-hati jika terjadi perdarahan yang cukup banyak, sebab hal ini dapat menyebabkan anemia (kurang darah).

Penyebab

Apa sih penyebab wasir? Ternyata cukup banyak. Agar lebih jelas, simak yang berikut ini:
* Obstipasi (konstipasi/sembelit) yang menahun.
* Penyakit yang membuat penderita sering mengejan, misalnya: pembesaran prostat jinak ataupun kenker prostat, penyempitan saluran kemih, dan sering melahirkan anak.
* Penekanan kembali aliran darah vena, seperti pada kanker dubur, radang dubur, penyempitan dubur, kenaikan tekanan pembuluh darah porta (di dalam rongga perut), sakit lever jenis sirosis (mengkerut), lemah jantung, dan limpa bengkak.
* Bendungan pada rongga pinggul akibat tumor rahim, atau kehamilan.
* Banyak duduk.
* Mencret menahun.
* Peregangan. Ini misalnya terjadi pada seseorang yang suka melakukan hubungan seksual yang tidak lazim yaitu anogenital.

Lebih jauh Probosuseno menjelaskan, semua orang dapat terkena wasir. Namun yang paling sering adalah multipara (pernah melahirkan anak lebih dari sekali). Insidensinya sekitar 5-35 persen dari masyarakat umum dan terutama yang berusia lebih dari 25 tahun. ”Jarang yang terjadi di bawah usia 20 tahun kecuali wanita hamil,” katanya.
Seperti halnya penyakit lain, wasir pun bisa menimbulkan komplikasi.
Komplikasi yang dapat terjadi pada penderita wasir adalah:
* Luka dengan tanda rasa sakit yang hebat sehingga si sakit takut mengejan dan takut berak. Karena itu, tinja makin keras dan makin memperberat luka di anus.
* Infeksi pada daerah luka tadi sampai terjadi nanah dan fistula (saluran tak normal) dari selaput lendir usus/anus.
* Perdarahan akibat luka, bahkan sampai terjadi anemia.
* Jepitan, benjolan keluar dari anus dan terjepit oleh otot lingkar dubur sehingga tidak bisa masuk lagi. Sehingga, tonjolan menjadi merah, makin sakit, dan besar. Dan jika tidak cepat-cepat ditangani dapat busuk.

Probosuseno juga memberi tips pada Anda seputar pencegahan wasir.
”Hindari sembelit,” saran Probosuseno. Hanya itu? Tentu saja tidak. Jurus pencegahan yang lain adalah:
* Jangan sering duduk terlalu lama.
* Makan minum teratur dan banyak mengandung serat (jagung, umbi, katul, biji-bijian, buah, sayur).
* Olah raga teratur.
* Mengurangi/mencegah stres.

Sumber : http://www.republika.co.id


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: